Penciptaan Adam dan Hawa
Satu hal pasti, bahwa Nabi Adam merupakan makhluk (manusia)
yang pertama kali diciptakan oleh Allah SWT.Sehingga, tak salah jika beliau
mendapat gelar abul basyar.Hal ini dapat dibuktikan melalui beberapa
firman-Nya yang terdapat dalam al-Qur'an. Allah seringkali menyebut anak
keturunan Adam dengan redaksi ya bani Adam,yang mana kalimat ini
mengindikasikan, bahwa beliau merupakan bapak (nenek moyang) dari manusia yang
ada di muka bumi ini.
Namun, ada sebagian Ahli Tafsir yang berpendapat, bahwa
kalimat ya bani Adam belum tentu mengindikasikan Adam-lah yang pertama
kali tercipta di dunia ini Asumsi sebagian orang, bahwa Adam merupakan manusia
pertama, sesungguhnya tidak didasarkan pada suatu dalil yang qath'i, namun
juga tidak terdapat dalil yang menafikan pernyataan tersebut Sehingga,
pernyataan bahwa Adam merupakan manusia pertama mungkin saja benar.
Bahkan, menurut al-Alusi, tatkala menafsirkan surat al-Nisa'
ayat 1, beliau menyatakan bahwa, sebelum Nabi Adam diciptakan sebagai nenek
moyang manusia, telah diciptakan 30 Adam sebelumnya. Jarak antara satu Adam
dengan Adam lainnya adalah 1.000 tahun.Jadi, umur dunia setelah diciptakan Nabi
Adam adalah 50.000.
Selanjutnya, al-Alusi mengutip pendapat Muhammad ibn Ali
al-Baqir yang mengatakan bahwa, sebelum diciptakan Nabi Adam, telah ada
bapak-bapak kami berupa beribu-beribu Adam, atau lebih
banyak dari itu. Dari pendapat al-Baqir ini, jelaslah beliau termasuk ulama'
yang setuju bahwa, Nabi Adam bukanlah manusia pertama yang menghuni bumi ini.
Dengan demikian, sebelum Allah menciptakan Nabi Adam sebagai
nenek moyang manusia, telah ada Adam-Adam lain yang terlebih dahulu menghuni
bumi ini.Namun, mereka saling menumpahkan darah di antara mereka sendiri yang
menyebabkan mereka punah.Sebagai gantinya, Allah menciptakan Nabi Adam dan
keturunannya untuk menggantikan posisi mereka guna mendiami dan memakmurkan
bumi.
Sehubungan dengan diciptakannya Nabi Adam, terlebih dahulu
Allah mengimformasikan kepada para malaikat. Para malaikat memprotes terhadap
Allah terkait akan diciptakannya Adam tersebut. Sebagaimana firman-Nya dalam
al-Qur'an surat al-Baqarah ayat 30:
وَإِذْ
قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا
أَتَجْعَلُفِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ
بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ. (البقرة:
٣٠)
"Ingatlah ketika Tuhan-mu
berfirman kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan
seorang khalifah di bumi’. Mereka berkata, ‘Mengapa Engkau hendak
menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan
padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih
dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?' Tuhan berfirman, ‘Sesungguhnya Aku
mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Q.S. al-Baqarah: 30)
Allah tidak merespon perkataan malaikat tersebut, namun Dia
tetap pada pendiriannya menciptakan Nabi Adam. Tepatnya pada hari Jum'at
(setelah ashar), Allah menciptakannya dari tanah, sebagaimana dalam
firman-Nya:
إِنَّ
مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آَدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ
لَهُ كُنْ فَيَكُونُ. (آل عمران: ٥٩)
"Sesunguhnya misal (penciptaan)
Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam.Allah menciptakan Adam dari
tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, 'Jadilah' (seorang manusia), maka
jadilah dia."(Q.S. Âli 'Imrân: 59)
Dari ayat Ali Imran di atas sangat jelas bahwa, Allah
menjadikan Nabi Adam dari tanah, sebagaimana Nabi Isa juga diciptakan dari
tanah. Kata Adam, menurut Ahl al-Kitab adalah sebuah nama yang berasal dari
Suku Suryani. Sedangkan yang lain mengatakan bahwa, kata Adam berasal dari Suku
Arab, sebagaimana yang ditegaskan oleh Imam al-Jauhari dan Imam al-Juwaliki.
Terkait dengan penciptaan Nabi Adam dari tanah, Nabi
Muhammad saw juga bersabda:
إِنَّ
اللَّهَ خَلَقَ آدَمَ مِنْ قَبْضَةٍ قَبَضَهَا مِنْ جَمِيعِ الأَرْضِ فَجَاءَ
بَنُو آدَمَ عَلَى قَدْرِ الأَرْضِ جَاءَ مِنْهُمُ الأَحْمَرُ وَالأَبْيَضُ
وَالأَسْوَدُ وَبَيْنَ ذَلِكَ وَالسَّهْلُ وَالْحَزْنُ وَالْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ
"Sesungguhnya Allah menciptakan
Nabi Adam dari segenggam tanah yang diambil dari berbagai jenisnya.Kemudian
anak keturunannya diciptakan dari satu jenis saja, ada yang merah, putih,
hitam, dan gabungan antara keduanya, ada yang lunak dan ada yang kasar, ada
yang jelek dan ada yang baik.
Dari ayat dan hadits di atas dapat disimpulkan, bahwa Nabi
Adam memang diciptakan dari tanah, sebagaimana juga keturunannya
(manusia).Hanya saja, terdapat sedikit perbedaan antara Nabi Adam yang disebut
sebagai abul basyar dengan manusia pada umumnya.Nabi Adam murni
diciptakan dari tanah, sedangkan keturunannya (manusia) diciptakan dari sperma
dan ovum, yang keduanya secara tak langsung berasal dari tanah.
Setelah Adam tercipta, ia pun secara perlahan berfikir
tentang dirinya. Adam hidup sebatang kara di dalam surga, tak ada teman tuk
saling berbagi dan bercanda ria. Hari-hari ia lalui dengan hati gelisah,
pikiran tak menentu, dan tak memiliki gairah hidup. Ternyata Adam merasa
kesepian dan butuh seseorang untuk menemaninya di dalam surga.
Sebagai sang pencipta, Allah paham apa yang ada dalam
pikiran Nabi Adam. Akhirnya, Dia menciptakan Hawa yang -katanya- diambilkan
dari tulang rusuk kiri Adam untuk menemaninya di dalam surga. Kegelisahan yang
selama ini selalu mengganggu dirinya telah sirna. Kegundahan hatinya telah
terobati berkat hadirnya sesosok manusia yang secara fisik berbeda dengannya,
yang tak lain adalah Hawa.
Berkenaan dengan penciptaan Hawa, barangkali kita sepakat
bahwa, dia merupakan wanita pertama -manusia kedua setelah Nabi Adam- yang
diciptakan Allah. Sebagaimana kita juga sepakat, bahwa Nabi Adam adalah manusia
pertama. Hanya saja, perselisihan terjadi dalam proses penciptaannya. Benarkah
Hawa tercipta dari tulang rusuk kiri Nabi Adam, atau ia juga tercipta dari
tanah sebagaimana Adam diciptakan?.
Dalam hal ini, ulama' terpecah menjadi dua kubu.Kubu
pertama mengatakan bahwa, Hawa diciptakan dari tulang rusuk kiri Nabi Adam,
pendapat ini dimotori oleh kalangan jumhur al-mufassirin (ulama' salaf).
Kubu kedua mengatakan bahwa, Hawa tak jauh beda dengan proses penciptaan
Adam. Kalau Nabi Adam diciptakan dari tanah, maka ia pun juga diciptakan dari
tanah. Pendapat ini diprakarsai kalangan mufassir kontemporer.
Sesungguhnya perbedaan pendapat yang terjadi di antara kedua
kubu ini sama-sama berangkat dari penafsiran mereka terhadap firman Allah surat
al-Nisa' ayat 1:
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً
وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ
عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. (النساء: ١)
"Hai sekalian manusia, bertakwalah
kepada Tuhan-Mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu,
dan darinya Allah menciptakan istrinya; dan dari keduanya mengembangbiakkan
laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah pada Allah yang dengan
(mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah)
hubungan silaturrahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi
waktu."(Q.S. al-Nisâ': 1)
Inti dari perbedaan pendapat di antara mereka terletak pada
kalimat نفسواحدة.Kalangan
jumhur al-mufassirin dan mufassir kontemporer, memiliki pandangan yang berbeda
tentang maksud kalimat tersebut, sesuai dengan dalil yang mereka gunakan dan
porsi kemampuan masing-masing dalam memahami teks al-Qur'an.
Kubu pertama, yang dipelopori jumhur al-mufassirin
mengatakan, bahwa yang dimaksud dengan kalimat نفسواحدة adalah Nabi Adam, sedangkan kalimat زوجها adalah pasangan Adam, yaitu
Hawa.Sehingga, menurut mereka Hawa diciptakan dari Nabi Adam, tetapnya dari
tulang rusuk bagian kiri.
Ada beberapa alasan yang mereka ajukan terkait dengan
pendapatnya tersebut, di antaranya:
1). Hadits Nabi yang
mengatakan, bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk kiri Adam.
مَنْ
كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِي جَارَهُ
وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ
أَعْوَجَ شَيْءٌ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ
وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا.
(رواه البخارى)
"Barang siapa beriman kepada Allah
dan hari akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya dan berpesan baiklah pada
para perempuan, sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk. Jika engkau
terburu-buru meluruskannnya, maka engkau akan mematahkannya. Tapi
jika kau biarkan ia akan tetap bengkok. Maka sekali lagi,
berwasiatlah kebaikan pada perempuan."(H.R. Bukhâri)
2).
Penggunaan huruf jar min yang bermakna tab'id (sebagian).
Dengan adanya huruf jar min, menurut mereka sangat jelas,
bahwa proses penciptaan Hawa tidak sama dengan Adam. Dengan kata lain, Hawa
tidak diciptakan dari tanah sebagaimana Adam, tapi menurut mereka Hawa
diciptakan dari salah satu tulang rusuk bagian kiri Adam. Hal ini dapat
dibuktikan dengan keberadaan huruf jar min yang terdapat dalam ayat tersebut.
Di mana huruf tersebut berfaidah tab'id (sebagian).
Kubu kedua, yang diprakarsai kalangan mufassir
kontemporer, semisal Rasyid Ridha menafsiri kalimat نفسواحدة dengan insaniyah, yakni suatu
sifat yang menyebabkan manusia disebut manusia. Dalam pandangan mereka
laki-laki dan perempuan diciptakan dari jenis yang sama. Sehingga, tidak benar
kalau dikatakan Hawa diciptakan dari salah satu tulang rusuk bagian kiri
Adam.Namun, menurut mereka Hawa juga diciptakan dari tanah.
Hal senada juga dikemukakan oleh Abu Muslim al-Asfahani dan
Ibnu Bahr yang menyatakan, bahwa dalam lafazh nafsinwâhidah membuang
mudhaf, yaitu kata jinsi.Asal kalimat "min nafsin
wahidah" adalah "jinsi nafsin wahidah".Sehingga
dhamir dalam kalimatزوجهامنهاوخلق kembali pada lafazh جنس yang dibuang. Dengan demikian asal
kalimat tersebut adalah جنسهازوجهامنوخلق yang
berarti "Dan Allah telah menciptakan
pasangan Adam dari jenisnya Adam sendiri". Jika Allah mampu menciptakan Adam dari
tanah, maka Allah mampu menciptakan Hawa dari jenis yang sama.
dan dalam kita al manar karangan muhammad rasyid ridho juga mengatakan bahwasanya adam dan hawa bukan lah manusia pertama yang diciptakan oleh allah dimuka bumi ini.
nantikan postingan saya berikutnya ya
dan mohon maaf jika ada kesamaan dalam penulisan
MENURUT AL-QUR'AN PENGHUNI BUMI SEBELUM ADAM ADALAH BANGSA / BASYAR YG MIRIP SEKALI DG ADAM YATU BANGSA / BASYAR JIN YG TERNYATA BUKAN MAKHLUK HALUS / GAIB TETAPI NYATA SEPERTI KITA-KITA INI. PENJELASANNYA ADA DI BLOG SAYA DR ROMAS IDEA DG DALIL2 AQLI DA NAQLI
BalasHapus