Rabu, 03 Juli 2013

adam dan hawa bukan manusia pertama

Penciptaan Adam dan Hawa
Satu hal pasti, bahwa Nabi Adam merupakan makhluk (manusia) yang pertama kali diciptakan oleh Allah SWT.Sehingga, tak salah jika beliau mendapat gelar abul basyar.Hal ini dapat dibuktikan melalui beberapa firman-Nya yang terdapat dalam al-Qur'an. Allah seringkali menyebut anak keturunan Adam dengan redaksi ya bani Adam,yang mana kalimat ini mengindikasikan, bahwa beliau merupakan bapak (nenek moyang) dari manusia yang ada di muka bumi ini.
Namun, ada sebagian Ahli Tafsir yang berpendapat, bahwa kalimat ya bani Adam belum tentu mengindikasikan Adam-lah yang pertama kali tercipta di dunia ini Asumsi sebagian orang, bahwa Adam merupakan manusia pertama, sesungguhnya tidak didasarkan pada suatu dalil yang qath'i, namun juga tidak terdapat dalil yang menafikan pernyataan tersebut Sehingga, pernyataan bahwa Adam merupakan manusia pertama mungkin saja benar.
Bahkan, menurut al-Alusi, tatkala menafsirkan surat al-Nisa' ayat 1, beliau menyatakan bahwa, sebelum Nabi Adam diciptakan sebagai nenek moyang manusia, telah diciptakan 30 Adam sebelumnya. Jarak antara satu Adam dengan Adam lainnya adalah 1.000 tahun.Jadi, umur dunia setelah diciptakan Nabi Adam adalah 50.000.
Selanjutnya, al-Alusi mengutip pendapat Muhammad ibn Ali al-Baqir yang mengatakan bahwa, sebelum diciptakan Nabi Adam, telah ada bapak-bapak kami berupa beribu-beribu Adam, atau lebih banyak dari itu. Dari pendapat al-Baqir ini, jelaslah beliau termasuk ulama' yang setuju bahwa, Nabi Adam bukanlah manusia pertama yang menghuni bumi ini.
Dengan demikian, sebelum Allah menciptakan Nabi Adam sebagai nenek moyang manusia, telah ada Adam-Adam lain yang terlebih dahulu menghuni bumi ini.Namun, mereka saling menumpahkan darah di antara mereka sendiri yang menyebabkan mereka punah.Sebagai gantinya, Allah menciptakan Nabi Adam dan keturunannya untuk menggantikan posisi mereka guna mendiami dan memakmurkan bumi.
Sehubungan dengan diciptakannya Nabi Adam, terlebih dahulu Allah mengimformasikan kepada para malaikat. Para malaikat memprotes terhadap Allah terkait akan diciptakannya Adam tersebut. Sebagaimana firman-Nya dalam al-Qur'an surat al-Baqarah ayat 30:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُفِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ. (البقرة: ٣٠)
"Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan  seorang khalifah di bumi’.  Mereka berkata, ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan  (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat  kerusakan  padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa  bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?' Tuhan berfirman, ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu  ketahui." (Q.S. al-Baqarah: 30)
Allah tidak merespon perkataan malaikat tersebut, namun Dia tetap pada pendiriannya menciptakan Nabi Adam. Tepatnya pada hari Jum'at (setelah ashar), Allah menciptakannya dari tanah, sebagaimana dalam firman-Nya: 
إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آَدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ. (آل عمران: ٥٩)
"Sesunguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam.Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, 'Jadilah' (seorang manusia), maka jadilah dia."(Q.S. Âli 'Imrân: 59)
Dari ayat Ali Imran di atas sangat jelas bahwa, Allah menjadikan Nabi Adam dari tanah, sebagaimana Nabi Isa juga diciptakan dari tanah. Kata Adam, menurut Ahl al-Kitab adalah sebuah nama yang berasal dari Suku Suryani. Sedangkan yang lain mengatakan bahwa, kata Adam berasal dari Suku Arab, sebagaimana yang ditegaskan oleh Imam al-Jauhari dan Imam al-Juwaliki.
Terkait dengan penciptaan Nabi Adam dari tanah, Nabi Muhammad saw juga bersabda:
إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ آدَمَ مِنْ قَبْضَةٍ قَبَضَهَا مِنْ جَمِيعِ الأَرْضِ فَجَاءَ بَنُو آدَمَ عَلَى قَدْرِ الأَرْضِ جَاءَ مِنْهُمُ الأَحْمَرُ وَالأَبْيَضُ وَالأَسْوَدُ وَبَيْنَ ذَلِكَ وَالسَّهْلُ وَالْحَزْنُ وَالْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ
"Sesungguhnya Allah menciptakan Nabi Adam dari segenggam tanah yang diambil dari berbagai jenisnya.Kemudian anak keturunannya diciptakan dari satu jenis saja, ada yang merah, putih, hitam, dan gabungan antara keduanya, ada yang lunak dan ada yang kasar, ada yang jelek dan ada yang baik.
Dari ayat dan hadits di atas dapat disimpulkan, bahwa Nabi Adam memang diciptakan dari tanah, sebagaimana juga keturunannya (manusia).Hanya saja, terdapat sedikit perbedaan antara Nabi Adam yang disebut sebagai abul basyar dengan manusia pada umumnya.Nabi Adam murni diciptakan dari tanah, sedangkan keturunannya (manusia) diciptakan dari sperma dan ovum, yang keduanya secara tak langsung berasal dari tanah.
Setelah Adam tercipta, ia pun secara perlahan berfikir tentang dirinya. Adam hidup sebatang kara di dalam surga, tak ada teman tuk saling berbagi dan bercanda ria. Hari-hari ia lalui dengan hati gelisah, pikiran tak menentu, dan tak memiliki gairah hidup. Ternyata Adam merasa kesepian dan butuh seseorang untuk menemaninya di dalam surga.
Sebagai sang pencipta, Allah paham apa yang ada dalam pikiran Nabi Adam. Akhirnya, Dia menciptakan Hawa yang -katanya- diambilkan dari tulang rusuk kiri Adam untuk menemaninya di dalam surga. Kegelisahan yang selama ini selalu mengganggu dirinya telah sirna. Kegundahan hatinya telah terobati berkat hadirnya sesosok manusia yang secara fisik berbeda dengannya, yang tak lain adalah Hawa.
Berkenaan dengan penciptaan Hawa, barangkali kita sepakat bahwa, dia merupakan wanita pertama -manusia kedua setelah Nabi Adam- yang diciptakan Allah. Sebagaimana kita juga sepakat, bahwa Nabi Adam adalah manusia pertama. Hanya saja, perselisihan terjadi dalam proses penciptaannya. Benarkah Hawa tercipta dari tulang rusuk kiri Nabi Adam, atau ia juga tercipta dari tanah sebagaimana Adam diciptakan?.
Dalam hal ini, ulama' terpecah menjadi dua kubu.Kubu pertama mengatakan bahwa, Hawa diciptakan dari tulang rusuk kiri Nabi Adam, pendapat ini dimotori oleh kalangan jumhur al-mufassirin (ulama' salaf). Kubu kedua mengatakan bahwa, Hawa tak jauh beda dengan proses penciptaan Adam. Kalau Nabi Adam diciptakan dari tanah, maka ia pun juga diciptakan dari tanah. Pendapat ini diprakarsai kalangan mufassir kontemporer.
Sesungguhnya perbedaan pendapat yang terjadi di antara kedua kubu ini sama-sama berangkat dari penafsiran mereka terhadap firman Allah surat al-Nisa' ayat 1:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. (النساء: ١)
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-Mu yang telah menciptakan  kamu  dari diri yang satu, dan darinya Allah menciptakan istrinya; dan dari keduanya mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah pada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi waktu."(Q.S. al-Nisâ': 1)
Inti dari perbedaan pendapat di antara mereka terletak pada kalimat نفسواحدة.Kalangan jumhur al-mufassirin dan mufassir kontemporer, memiliki pandangan yang berbeda tentang maksud kalimat tersebut, sesuai dengan dalil yang mereka gunakan dan porsi kemampuan masing-masing dalam memahami teks al-Qur'an.
Kubu pertama, yang dipelopori jumhur al-mufassirin mengatakan, bahwa yang dimaksud dengan kalimat نفسواحدة adalah Nabi Adam, sedangkan kalimat زوجها adalah pasangan Adam, yaitu Hawa.Sehingga, menurut mereka Hawa diciptakan dari Nabi Adam, tetapnya dari tulang rusuk bagian kiri.
Ada beberapa alasan yang mereka ajukan terkait dengan pendapatnya tersebut, di antaranya:
1).    Hadits Nabi yang mengatakan, bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk kiri Adam.
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِي جَارَهُ وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٌ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا. (رواه البخارى)
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya dan berpesan baiklah pada para perempuan, sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk. Jika engkau  terburu-buru meluruskannnya,  maka engkau akan mematahkannya. Tapi jika  kau biarkan ia akan tetap  bengkok. Maka sekali lagi, berwasiatlah kebaikan pada perempuan."(H.R. Bukhâri)
2).    Penggunaan huruf jar min yang bermakna tab'id (sebagian).
Dengan adanya huruf jar min, menurut mereka sangat jelas, bahwa proses penciptaan Hawa tidak sama dengan Adam. Dengan kata lain, Hawa tidak diciptakan dari tanah sebagaimana Adam, tapi menurut mereka Hawa diciptakan dari salah satu tulang rusuk bagian kiri Adam. Hal ini dapat dibuktikan dengan keberadaan huruf jar min yang terdapat dalam ayat tersebut. Di mana huruf tersebut berfaidah tab'id (sebagian).
Kubu kedua, yang diprakarsai kalangan mufassir kontemporer, semisal Rasyid Ridha menafsiri kalimat نفسواحدة dengan insaniyah, yakni suatu sifat yang menyebabkan manusia disebut manusia. Dalam pandangan mereka laki-laki dan perempuan diciptakan dari jenis yang sama. Sehingga, tidak benar kalau dikatakan Hawa diciptakan dari salah satu tulang rusuk bagian kiri Adam.Namun, menurut mereka Hawa juga diciptakan dari tanah.
Hal senada juga dikemukakan oleh Abu Muslim al-Asfahani dan Ibnu Bahr yang menyatakan, bahwa dalam lafazh nafsinwâhidah membuang mudhaf, yaitu kata jinsi.Asal kalimat "min nafsin wahidah" adalah "jinsi nafsin wahidah".Sehingga dhamir dalam kalimatزوجهامنهاوخلق kembali pada lafazh جنس yang dibuang. Dengan demikian asal kalimat tersebut adalah  جنسهازوجهامنوخلق  yang berarti "Dan Allah telah menciptakan pasangan Adam dari jenisnya Adam sendiri". Jika Allah mampu menciptakan Adam dari tanah, maka Allah mampu menciptakan Hawa dari jenis yang sama.
dan dalam kita al manar karangan muhammad rasyid ridho juga mengatakan bahwasanya adam dan hawa bukan lah manusia pertama yang diciptakan oleh allah dimuka bumi ini.




 nantikan postingan saya berikutnya ya
dan mohon maaf jika ada kesamaan dalam penulisan